Beranda > Novel, Resensi Karya > Munculnya “PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA”

Munculnya “PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA”

Pembunuh di Istana Negara adalah sebuah novel karya Dhian Hari M.D. Atmaja yang digarap dengan ciri khas dan identitas tersendiri. Selama ini, cerita-cerita cinta hadir sebagai permasalahan personal yang sedikit banyak (dapat dikatakan) bergejolak pada lingkup terbatas dan cenderung melepaskan diri dari dunia realitasnya. Dalam alur cerita Pembunuh di Istana Negara, perasaan cinta seorang lelaki pada perempuan, mampu membawa si pencinta untuk berdiri di antara dua pilihan yang saling berlawanan.

Novel ini secara ringkas menggambarkan perjalanan cinta seorang Paspampres (Kapten Agung Sutomo) untuk menjalani perenungan atas sistem pemerintahan negara. Kapten Agung Sutomo sebagai seorang Paspampres juga mengagumi seorang penulis yang dalam perjalanan kehidupannya, si penulis yang dikagumi ini terasing dari masyarakatnya karena sebuah jalan pikiran yang bersemayam di dalam kepala. Pikiran si penulis itu jauh berada di awang-uwung.

Suatu ketika, Agung menyelinap keluar Istana Negara untuk menemui kekasihnya yang bernama Rina. Betapa sakit perasaan sang Paspampres ketika menemukan sang kekasih sedang bercumbu dengan tangisan dan luka yang kejam menghantam dunia seorang perempuan cantik yang dia cintai dengan tulus. Dari keadaan itu, Agung mengetahui bagaimana luka Rina sampai mengucurkan darah penderitaan yang tidak mampu dia bendung. Terbelenggu di dalam masalah yang sangat rumit dan melibatkan berbagai pihak.

Dengan berselimutkan derai air mata yang dikucurkan Rina, Kapten Agung Sutomo diajak untuk menyaksikan pergulatan penderitaan para petani yang sedang dilanda peperangan. Kapten Agung Sutomo yang setiap harinya bersama dengan Presiden di dalam gemerlap Istana Negara dan kemewahan negara, kali ini dipaksa untuk menyaksikan penderitaan karena perang petani yang tidak mungkin lagi dimenangkan oleh para petani. Kapten Agung Sutomo dengan sambil terus dibajiri oleh air mata kekasihnya menyaksikan bagaimana para petani diusir dengan paksa oleh pada penguasa kaya. Para petani diusir dari tanah yang selama ini mereka jadikan sandaran kehidupan yang panjang dan melelahkan.

Bersamaan dengan rasa sakit yang mengucurkan darah di dalam dada, seorang relasi Kapten Agung Sutomo yang berkerja sebagai seorang wartawan nasional memberikan kabar bahwa dia telah membuatkan janji untuk bertemu dengan sang Wiku (penulis yang dikagumi Agung). Kapten Agung pun berinisiatif untuk mengajak Rina berlibur ke kota sang Wiku, Yogyakarta. Kapten Agung berharap, liburannya ke Yogyakarta mampu menjauhkan Rina dari kesedihan yang berkepanjangan. Akantetapi, setelah Kapten Agung sampai di Yogyakarta dan bertemu dengan sang Wiku, dia kembali teringat dengan penderitaan para petani yang sebentar lagi, tanah mereka akan terenggut begitu saja. Dia pun mencoba untuk mencari jalan keluar dengan meminta pendapat dari sang Wiku yang dia kagumi.

Saat itu, mimpi-mimpi besar yang pernah ditulis sang Wiku kembali terlintas di kepala Kapten Agung Sutomo. Mimpi besar tentang perubahan, tentang negara yang mengedepankan hati nurani dan kemanusiaan dalam menjalankan sistem pemerintahan. Bahwa rakyat adalah segalanya. Kapten Agung pun kemudian berniat melakukan perubahan itu.

Terjadi prahara yang besar karena rasa cinta yang dalam yang dimiliki oleh seorang Paspampres untuk meletuskan pistolnya, dan akhirnya media pun menulis:

PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA

Pertanyaan yang melintas saat ini, adalah bahwa siapa sebenarnya yang menjadi PEMBUNUH di ISTANA NEGARA? Silahkan temukan kemudian tafsirkan sendiri dengan membaca keseluruhan cerita dari novel PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA karya Dhian Hari M.D. Atmaja yang diterbitkan di Yogyakarta oleh SDS Fiction.

Cover "PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA"
Cover “PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA”

Judul                : PEMBUNUH DI ISTANA NEGARA

Tahun               : Maret 2010

Penulis              : Dhian Hari M.D. Atmaja

Tebal                : 355 halaman

Ukuran             : 11 x 17 cm

Penerbit            : SDS Fiction, Yogyakarta

ISBN               : 978-602-96664-0-3 Katalog Dalam Terbitan

Harga               : Rp. 33.000,00 (berlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: